Thursday, July 26, 2007

Kian Menarik Minat Siswa


Bus Sekolah Gratis Kian Menarik Minat Siswa
Oleh: Andreas Piatu

Sinar Harapan
- Tidak sia-sia Pemda DKI Jakarta menyediakan dan mengoperasikan bus sekolah gratis bagi para siswa sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas (SMA).
Bus sekolah gratis yang dioperasikan 19 Juli 2007 ternyata mendapat sambutan siswa. Kehadiran dan beroperasinya bus sekolah gratis di lima wilayah Jakarta benar-benar menarik minat para siswa. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Makin hari makin banyak siswa menggunakan bus sekolah gratis. Sebut saja pada 20 Juli 2007, tercatat sedikitnya 570 siswa yang menggunakan bus sekolah gratis. Satu hari kemudian jumlahnya menjadi 872 siswa yang memanfaatkan bus sekolah gratis.
Jumlahnya terus meningkat. Pada 23 Juli, jumlah siswa yang naik bus sekolah gratis menjadi 1.706 orang. Sedangkan, 24 Juli, jumlah terus bertambah menjadi 2.174 siswa yang naik bus sekolah gratis.

Meningkatnya jumlah siswa yang menggunakan bus sekolah, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta, Nurachman menunjukkan minat siswa terhadap bus sekolah gratis sangat tinggi. Kondisi itu juga menggambarkan bahwa para siswa mengharapkan bus sekolah, khusus bagi mereka.
Bagi Nurachman, tingginya minat siswa menggunakan bus sekolah, tidak hanya sekadar gratis. Menurutnya, selain gratis, hal paling penting adalah para siswa merasa nyaman dan aman menggunakan bus sekolah gratis. Ada AC-nya, ada sekuritinya dan tidak ada penumpang lain selain pelajar.

Tingginya minat para siswa juga karena dengan mengggunakan bus sekolah khusus untuk mereka, bisa lebih cepat sampai sekolah atau lebih cepat pulang sampai rumah ketimbang bus umum lainnya.
Bus umum harus mencari penumpang, menunggu penumpang sehingga tidak heran kalau lama berhenti di jalan atau di halte atau depan pusat perbelanjaan. Bus sekolah gratis ini hanya menaikkan pelajar dan menurunkan penumpang.
Tambahan lagi, kata Nurachman, pihaknya pun tidak menuntut syarat yang macam-macam selama mereka benar-benar siswa. Misalnya, para siswa harus menggunakan tanda khusus bila naik bus sekolah gratis, itu syarat.

Tak Perlu Tanda Khusus
Nyatanya, selama belum ada tanda khusus, tidak bisa dipaksakan. Cukup dengan kartu pelajar pun tidak masalah. Bahkan, kalau tidak membawa kartu pelajar, juga tidak ada persoalan selama mereka pelajar dan menggunakan seragam sekolah.
Bus sekolah gratis itu, tutur Nurachman, bagian dari pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi siswa. Karenanya, pelaksanaan harus memudahkan para siswa dan bukan menyulitkan mereka. Kepentingan mereka dan kelanjutan sekolah mereka, jauh lebih penting dan itu yang menjadi perhatian Pemda Jakarta.

Meski sudah banyak siswa yang menggunakan bus sekolah gratis bahkan terus meningkat, tidak membuat pemerintah daerah khususnya Dinas Perhubungan Jakarta puas diri. Mereka terus berusaha agar makin banyak siswa memanfaatkan fasilitas ini.
Karena itu, kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Jakarta, Sihol Sijabat, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Bentuknya, menyebarkan brosur-brosur tentang bus sekolah gratis.
Harapannya, para siswa mengerti akan bus sekolah gratis, mengetahui trayek bus sekolah gratis. Para siswa mengerti jalur jalan yang akan dilalui sehingga memudahkan mereka menjangkau halte-halte yang disiapkan agar mudah memilih halte yang terdekat dengan rumah.

Pembagian brosur, kata Sihol, sudah dimulai. Distribusi brosur akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah yang belum menerima. Bus sekolah gratis, suatu bentuk pelayanan. “Kami akan berusaha memberikan yang terbaik sehingga para siswa bisa merasakan nyamannya pelayanan,” timpal Nurachman. Semoga!

No comments: